Talang dan Kebun Kopi

Di daerah Sumatra, khususnya perkebunan kopi tradisional, mesti mengenal istilah talang.

Ya... Kumpulan rumah sederhana yang berada di tengah kebun kopi. Mereka para penggarap kebun kopi biasanya berkumpul membuat rumah yang saling berdekatan.

Selain mempermudah dalam bersosialisasi, pembuatan talang ini bertujuan untuk menjaga keamanan para penggarap kopi.
Walaupun begitu, tak sedikit juga penggarap kopi hidup soliter mendirikan rumah di tengah-tengah kebun menyendiri.

Rata-rata rumah di sini terbuat dari papan kayu. Ada pula yang dindingnya memakai plupuh, yaitu bambu yang dicacah sedemikian rupa sehingga berbentuk lembaran-lembaran.

Bentuk dan model rumahnya nyaris seragam, yakni rumah panggung. Dengan adanya perkembangan zaman, sudah mulai banyak rumah yang terbuat dari bata.

Sedangkan penamaan talang biasanya berdasarkan kesepakatan, ciri khas serta kondisi geografis masing-masing talang.
Contoh Talang Pohon/puhun. Dinamakan talang pohon karena di talang ini banyak dijumpai tanaman puhun, sejenis pandan untuk bahan tikar.

Puhun banyak ditemukan di rawa yang ada di sekitar talang. Kalau belum memasuki musim panen kopi, banyak ibu-ibu di talang ini mencari puhun sebagai bahan pembuatan tikar.

Ada juga talang muara. Asal muasal penamaan ini karena di bawah talang ini terdapat muara dua sungai yang bersumber dari perbukitan pesagi.

Ada pula penamaan talang berdasarkan penaman salah satu nama terkenal di talang tersebut. Contoh Talang Sodik, dinamakan begitu karena tokoh talang setempat bernama pak sodiq.

Komentar